Wallpaper Alternatif Mempercantik Dinding

Posted: Oktober 19, 2010 in Tak Berkategori

Tips Property Wallpaper Alternatif Mempercantik Dinding oleh DotLahPis com

Pemakaian wallpaper bukan melulu untuk urusan estetika. Kertas dinding ini punya kelebihan yang tak dimiliki cat tembok. Untuk pemasangan, serahkan pada ahlinya agar kertas dinding awet hingga bertahun-tahun. Selain itu, pilih yang terbebas dari racun.

Banyak alasan orang untuk melapisi dinding rumahnya dengan kertas pelapis dinding alias wallpaper. Salah satunya, untuk mendapatkan kesan dinding yang lebih ekspresif. Corak, motif, dan warna wallpaper sangat beragam sehingga membuat dinding terlihat lebih hidup.

Sama halnya dengan dunia mode, wallpaper pun mengenal tren yang disesuaikan dengan gaya rumah. Untuk rumah klasik, misalnya, bisa dipilih motif Victorian seperti bunga-bunga. Sebaliknya, untuk rumah minimalis, pilihan yang pas adalah warna gelap seperti abu-abu. Sementara jika rumah Anda bergaya Oriental, warna yang bernuansa gold merupakan pilihan jitu. “Wallpaper dengan gaya Oriental sekarang sedang menjadi pilihan nomor satu,” ungkap Harijadi A. Yosdhi, Managing Director PT. Aneka Papera Indah.

Mahalkah memasang wallpaper? Dulu memang harganya lumayan tinggi, tetapi sekarang di pasaran banyak dijual wallpaper dengan harga yang lebih murah. Harijadi pun menegaskan, salah kalau orang berangapan memasang wallpaper lebih mahal dibandingkan memakai cat biasa.

Kata Harijadi, ketahanan wallpaper bisa sampai 10 bahkan 15 tahun. “Paling banter 8 tahun, deh. Sementara cat hanya tahan 2 tahun. Kalau mau dicat ulang harus dikerok atau diamplas dulu. Biaya yang dikeluarkan jadi lebih besar.Belum lagi ruangan jadi kotor dan berdebu. Sementara wallpaper, dalam sehari sudah bisa dipasang dan tidak berbau.”

Dari segi harga, harga wallpaper yang paling murah sekitar Rp 12 ribu/meter hingga ratusan ribu rupiah. Meski sepintas terlihat mahal sehingga perlu menguras kocek lebih dalam, kertas pelapis dinding juga punya fungsi lain, yaitu menutupi retak-retak rambut di dinding, yang tidak bisa dilakukan oleh cat dinding biasa. Selain itu, kertas ini juga bisa dipakai untuk menutupi dinding yang tidak rata pengerjaannya.

Syarat Khusus
Satu hal yang perlu diwaspadai saat memilih wallpaper adalah soal kandungan bahan berbahayanya. “Pilih yang pencair tinta atau lapisannya berbahan dasar waterbase. Jadi, meskipun dipasang di kamar anak-anak, tidak berbahaya dan aman dipegang,” saran Harijadi.

Agar mendapat hasil terbaik, ia juga menyarankan, jangan langsung memutuskan membeli wallpaper di satu tempat. “Bandingkan dengan wallpaper lain di beberapa tempat atau lihat di beberapa situs internet.”

Ada syarat tertentu saat menempel wallpaper. “Kalau dinding baru, biarkan keringatan dulu (atau berembun). Biasanya dinding baru disiram air beberapa kali agar berembun. Selain hasilnya bagus, juga untuk meminimalis retak rambut. Untuk dinding yang kering dan rata tak perlu diplamir dulu, kecuali wallpaper produk China, dindingnya harus diplamir dulu.”

Perhatikan dengan seksama pola/motuf wallpaper yang akan dipasang. “Kalau tukang, sih, sudah biasa memasang. Sebaiknya memang memakai tukang agar hasilnya optimal supaya tidak menggelembung atau garis pemisahnya tidak kelihatan. Salah memasang malah menambah biaya lagi.” Soal perawatan? “Cukup bersihkan dengan lap basah jika berdebu,” kata Harijadi.

Tergantung Pemasangan
1. Sebelum membeli wallpaper, siaplah menerima konsekuensi pemakaian untuk jangka panjang.
2. Untuk ruangan kecil, sebaiknya pilih wallpaper dengan garis horisontal agar ruangan terlihat besar. Jangan terlalu banyak motif karena terkesan ramai dan menambah sempit.
3. Kalaupun ingin bermotif, pakai yang jaraknya jarang-jarang atau hanya di satu dinding saja. Misalnya, di bagian kepala tempat tidur.
4. Wallpaper yang tahan lama sangat tergantung pemasangan. Jangan sampai terkena rembesan/bocoran air karena lama-lama bisa mengelupas.
5. Cocokkan dengan furnitur. Penulis : Noverita K. Waldan. Sumber : kompas

NOTULA/NOTULEN PERTEMUAN WARGA PERUMAHAN TAMBUN 16B

Posted: Oktober 19, 2010 in Tak Berkategori
Hari, tanggal : Minggu, 10 Oktober 2010
Waktu : Pukul 15.30 WIB – 17.15 WIB
Tempat : Perumahan TAMBUN 16B
Topik : 1. Pembentukan Pengurus Warga 

2. Pembahasan Masalah Keamanan

3. Pembahasan Masalah Kebersihan

4. Pembentukan Dana Lingkungan

Peserta : 1.   Warga Perumahan TAMBUN 16B (sesuai daftar hadir

2.   Petugas Keamanan

Notulis : Budi Cahyono

I. PENGANTAR

  • Pengundang rapat (Ibu Sarbini) menyampaikan penjelasan pembukaan pertemuan secara singkat, antara lain (1) menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran warga, (2) menyampaikan agenda pertemuan sebagaimana tersebut di atas, dan (3) meminta Bapak-bapak melanjutkan pertemuan membahas sesuai agenda dalam undangan.
  • Sesuai kesepakatan, selanjutnya pertemuan diteruskan/difasilitasi oleh Bapak Budi Cahyono.

II. PEMBAHASAN PER TOPIK

1. Pembahasan Masalah Keamanan dan Kebersihan

  • Petugas keamanan (Saudara Buluk) menyampaikan penjelasan singkat, yang intinya:

–     secara ikatan masih berada dalam manajemen developer

–     menerima penghasilan Rp900.000,- per bulan

–     petugas keamanan lainnya menerima penghasilan Rp600.000,- per bulan

–     dalam hal keamanan, pada dasarnya akan mengikuti kesepakatan warga Perumahan TAMBUN 16B

  • Belum optimalnya fungsi keamanan di lingkungan Perumahan TAMBUN 16B yang disebabkan oleh beberapa hal, antara lain:

–     Terlalu mudahnya akses masuk bagi orang/tamu yang melalui pintu gerbang utama perumahan

–     Belum adanya sistem pergantian waktu yang efektif bagi para petugas keamanan

–     Belum adanya tanda khusus yang diperuntukkan bagi orang, kendaraan, dan atau yang lainnya, seperti (i) stiker kendaraan bermotor roda dua dan roda empat, (ii) pass tamu, (iii) buku tamu, (iv) penitipan KTP tamu kepada petugas keamanan, (v) dsb.

  • Warga menghendaki adanya sistem keamanan 24 jam, dengan pertimbangan sebagai berikut:

–     Jumlah warga relatif sedikit sehingga memerlukan rasa kenyamanan, keamanan, dan ketertiban

–     Pada kondisi siang hari, mayoritas yang berada di rumah adalah Ibu-ibu/Istri, sementara Bapak-bapak/Suami sedang bekerja.

–     Jumlah anak-anak yang makin bertambah sehingga memerlukan situasi keamanan serta menghindari dari hal-hal negatif yang dapat menimpanya.

  • Ke depan perlu dipastikan mengenai petugas keamanan, baik dari sisi jumlah personil, mekanisme upah/gaji, perjanjian atau kontrak bagi petugas keamanan, dan sebagainya.
  • Dalam hal kebersihan lingkungan sekitar, perlu dilakukan upaya sebagai berikut:

–     Pembersihan saluran air (got) yang mampet

–     Pembuangan puing-puing bekas bangunan/renovasi rumah ke tempat yang lebih aman dan yang tidak menimbulkan gangguan di sekitarnya. Dalam kaitan ini, diusulkan agar dilakukan teguran bagi pemilik rumah yang tidak mengindahkan masalah pembuangan puing-puing bekas bangunan.

–     Apabila dipandang perlu, warga secara gotong royong melakukan kerja bhakti membersihkan lingkungan sekitar agar terpelihara suasana rapih, bersih, indah, dan nyaman di Perumahan TAMBUN 16B.

  • Terkait penanganan sampah, warga menyampaikan permasalahan dan usulan sebagai berikut:

–     Masih adanya keterlambatan petugas dalam pengambilan sampah

–     Petugas sampah agar melakukan pengambilan sampah pada hari SENIN dan JUMAT.

–     Dari pengamatan sebagian warga diketahui bahwa cara pemindahan sampah kurang hati-hati sehingga menyebabkan kotak sampah mengalami kerusakan.

–     Adanya usulan penggantian kotak sampah dengan bahan yang lebih kuat/awet.

2. Pembentukan Dana Lingkungan

  • Dalam hal menjalin kerukunan dan interaksi antarwarga, Ibu-ibu telah mengawali pembentukan perkumpulan, seperi arisan, kepanitiaan Agustusan, dan sebagainya. Pendanaan kegiatan-kegiatan tersebut dilakukan secara swadana yang diperoleh dari keanggotaan dan keterlibatan masing-masing.
  • Gagasan pembentukan dana lingkungan lebih didasari oleh kesadaran warga dalam rangka memenuhi kebutuhan/kegiatan yang bersifat sosial, keagamaan, kesehatan, olahraga, dan sebagainya di masa mendatang.
  • Penentuan besaran/jumlah dana lingkungan/iuran warga akan dibahas dalam pertemuan lebih lanjut, antara lain mempertimbangkan usulan warga sebagai berikut:

–     Pembayaran iuran bukan didasarkan pada jumlah kepala keluarga (KK), melainkan berdasarkan pada jumlah fisik rumah/toko yang dimilikinya. Misalnya, seorang warga memiliki 2 unit rumah/toko, otomatis kontribusi iuran per bulannya sebanyak 2 rumah/toko pula.

–     Agar penarikan iuran warga dilakukan oleh warga Perumahan TAMBUN 16B yang telah ditunjuk atas kesepakatan warga.

–     Dalam rangka menjaga akuntabilitas pengelolaan dana bagi warga, maka item-item yang mempengaruhi penetapan besaran iuran agar diperjelas, seperti (i) berapa biaya untuk petugas keamanan per bulan? (ii) berapa biaya untuk petugas sampah per bulan? (iii) berapa biaya untuk santunan bagi ibu melahirkan/musibah? (iv) dll

  • Adanya usulan warga, yaitu agar rumah-rumah yang kosong (namun sudah ada pemiliknya) ditarik iuran per bulan sebagai wujud kebersamaan dan keadilan dalam menjaga lingkungan perumahan.

3. Pembentukan Koordinator Warga

  • Warga mengharapkan adanya penggerak dalam lingkungan yang bertugas mengkoordinasikan penanganan berbagai hal di Perumahan TAMBUN 16B.
  • Komposisi keanggotaan koordinator warga mencerminkan unsur:

–     Penasihat

–     Pelaksana Operasional

  • Nama-nama yang diusulkan adalah: (1) Bpk Sujud, (2) Bpk Hasyibuan, (3) Bpk Budi Cahyono, (4) Bpk Totok, (5) Bpk Tofan, (6) Bpk Agus, (7) Ibu Arif (Mbak Gita).
  • Koordinator Warga dalam waktu dekat diharapkan sudah bisa bekerja untuk merumuskan:

–     Sistem keamanan 24 jam

–     Sistem kebersihan lingkungan yang terpadu

–     Merumuskan penyempurnaan kontribusi jumlah iuran per bulan

(menyampaikan/membicarakan ketiga hal tersebut kepada warga Perumahan TAMBUN 16B untuk memperoleh kesepakatan warga)

III. KESIMPULAN

  • Agar menyampaikan notula/notulen pertemuan Minggu (7/10) kepada seluruh warga Perumahan TAMBUN 16B.
  • Susunan keanggotaan Koordinator Warga sebagai berikut:
PENASIHAT : 1.   Bapak SUJUD (16B/36)
2.   Bapak HASYIBUAN (16B/57)
PELAKSANA : 1.   Bapak BUDI CAHYONO (16B/39)
OPERASIONAL 2.   Bapak TOTO (16B/18)
3.   Bapak TOFAN (16B/9)
4.   Bapak AGUS F. (16B/61)
5.   Ibu GITA ARIF (16B/35)
  • Dijadwalkan hari Sabtu/Minggu (16/17 Oktober 2010), Koordinator Warga agar mengundang Bapak Roy (Developer) guna membahas sistem keamanan. Mengenai waktu pertemuan, pada dasarnya menyesuaikan dengan kesediaan dari Bapak Roy. Bila berminat, warga dipersilakan mengikuti pertemuan dimaksud.
  • Pada pertemuan selanjutnya agar Koordinator Warga Penentuan bisa membicarakan/ membahas sistem dana lingkungan/iuran warga.

17 agustus 2010

Posted: Agustus 17, 2010 in Tak Berkategori

for link location :

http://maps.google.com/maps/ms?hl=en&ie=UTF8&oe=UTF8&msa=0&msid=116388234265640644481.00048546b060497577aed&mid=1286859293

Jadwal KRL

Posted: Juni 24, 2009 in KRL jadwal

Untuk lebih lanjut silakan kunjungi :

http://www.krl.co.id/index.php/Info-Jadwal-KA-Commuter.html

TRAYEK KOASI

Posted: Juni 24, 2009 in Jasa Angkutan

1. K-01, Perumnas III Bekasi-Pulo Gadung. Rute : Perumnas 3 Bekasi-Bulak Kapal-Terminal Bekasi-Stasiun KA-Kranji-Cakung-Pulo Gadung
2. K-02, Pekayon-Pondok Gede – Terminal Bekasi. Rute : Pondok Gede-Pekayon-Metropolitan Mall/Giant-RS Mitra Keluarga-Pemda-Stasiun KA, Pasar Proyek-Terminal
3. K02 A: Bumi Mutiara – Pondok Gede lewat Villa Nusa Indah. (Lebih seringnya sih cuma sampe Pasar Rebo dan nggak lanjut lagi). Update dari Om JaF (lihat bagian Komentar)
4. K-03, Bintara-Kranji
5. K-04, Perumnas I Bekasi. Rute : Perumnas I Bekasi-Buaran-Pemda-Stasiun KA-Terminal. KOASI favorit siswa SMAN 2 & SMAN 4 Bekasi.
6. K-04B, Ganda Agung – Bekasi. Rute : Ganda Agung-Pasar Proyek-Terminal Bekasi. KOASI favorit siswa SMAN I Bekasi
7. K-05, Cikunir-Terminal Bekasi
8. K-05A, Perumahan Taman Galaxi Indah-Terminal Bekasi
9. K-05B, Perumnas II-Terminal Bekasi
10. K06, Ujung Aspal-Pd. Gede-Kp. Rambutan (Update dari Erwin)
11. K06B = Kranggan – Ujung Aspal-Pd. Gede – Kp. rambutan (Update dari Erwin)
12. K-07, Perumahan Seroja-Terminal Bekasi
13. K-08, ?
14. K-09, Babelan-Terminal Bekasi
15. K-09B, Metropolitan Mall – Babelan Perumahan Taman Wisma Asri. Rute Lengkap : Dari Perumahan Taman Wisma Asri : Jl.Perjuangan – Bulan-bulan ( Stasiun Kereta Api )- Stadion – Rumah sakit Mitra Keluarga – Islamic Centre – Metropolitan Mall. Dari Metropolitan Mall Metropolitan Mall – Polres Metro Bekasi – Mesjid Agung Al Barkah – Stasiun Kereta Api – Jl. Perjuangan – Perumahan Taman Wisma Asri
16. K-09P, Stasiun KA Bekasi – Perumahan Villa Indah Permai ( VIP ) Bekasi Utara.
17. K-10, Ujung Harapan-Terminal Bekasi
18. K-10B, Tol Bekasi Timur-Metropolitan Mall
19. K-11, Bantar Gebang-Terminal Bekasi
20. K-11A, Perumahan Rawalumbu-Rawa Panjang / Terminal Bekasi (info dari Belalang 😀 )
21. K-11B, Perumahan Narogong – Rawa Panjang, (info dari Belalang)
22. K-12, Kampung Cerewed/Duren Jaya-Terminal Bekasi
23. K-12A, Wisma Jaya-Terminal Bekasi
24. K-12B, Duren Jaya-Terminal Bekasi (via By pass)
25. K-13, ?
26. K-14, ?
27. K-15, Taruma Jaya-Terminal Bekasi
28. K-16, Tambun Tambelang
29. K-16A, Perum Papan Mas-Terminal Bekasi
30. K-16B, Perum Villa Bekasi Indah-Terminal Bekasi
31. K-16C, Perum Griya Asri-Terminal Bekasi
32. K-17, Terminal Cikarang-Lemahabang
33. K21A, Pabuaran-Kecapi-Pondok Gede-Kp. Rambutan (Update dari Erwin)
34. K21B, Bantar gebang-kecapi-pondok gede-Kp. Rambutan (Update dari Erwin)
35. K-23, Tambun-Mustika Jaya/Ciketing
36. K-25, Pulo Gebang-Rawa Panjang
37. K28, Ciangsana-Ujung Aspal-Sumir-Setu-TMII-Kp. Rambutan (Update dari Erwin)
38. K28 Tol, Ciangsana-Ujung Aspal-Tol JORR-TMII-Kp. Rambutan (Update dari Erwin)
39. K-30, Perum Taman Harapan Indah-Terminal Bekasi
40. K-31, Perum Taman Harapan Baru-Terminal Bekasi
41. K-33, Terminal Cikarang-Lemahabang
42. K-34, Rawa Kalong-Terminal Bekasi
43. K-36, Cibitung-Terminal Bekasi
44. K-39, Kompas/SKU-Terminal Bekasi
45. K-39B, Perum Trias (Tridaya Indah Asri)-Terminal Bekasi
46. K40, Pasar Rebo – Kampung Rambutan (Update dari Om JaF)
47. K44, Komsen-Cakung-Kranggan-Cibubur-Tol Jagorawi-Kp. Rambutan (Update dari Erwin)
48. K-45, Metropolitan Mall/Tol Bekasi Barat-Lippo Cikarang
49. K-50, Terminal Bekasi-Tol Bekasi Timur-Lippo Cikarang
50. K-58, Klender-Cililitan. Rute : Kalimalang – Caman – Gerbang Tol Jatibening – Keluar Halim – Cililitan. Info dari Roi.
51. K-62, Jababeka-Cibitung

K21A = Pabuaran-kecapi-pondok gede-Kp. Rambutan
K21B = Bantar gebang-kecapi-pondok gede-Kp. rambutan
K06 = Ujung aspal-pd. gede-Kp. Rambutan
K06B = Kranggan – ujung aspal-pd. gede – Kp. rambutan
K28 = Ciangsana-ujung aspal-sumir-setu-tmii-kp.rambutan
K28 tol = ciangsana-ujung aspal-tol jorr-tmii-kp. rambutan
K44 = komsen-cakung-kranggan-cibubur-tol jagorawi-kp. rambutan

Selain berdasarkan trayek, berikut adalah catatan yang bisa membantu jika memilih trayek KOASI :

1. KOASI ke Pasar Proyek / SMAN 1 Bekasi : K-04B
2. KOASI ke Metropolitan Mall / Giant / Hero : K-04, K-05, K-05A, K-07, K-10, K-30, K-31 (dari terminal). K-02, K-11 (dari Pekayon dan dari Rawa Panjang)
3. KOASI ke RS Mitra Keluarga Bekasi Barat / SMAN 2 Bekasi / Stadion Bekasi : K-04, K-05, K-05A, K-07, K-10, K-30, K-31
4. KOASI ke RS Mitra Keluarga Bekasi Timur : K-10B
5. KOASI ke SMAN 3 Bekasi : K-05A, K-02
6. KOASI ke SMAN 4 Bekasi, Perguruan Patriot, Perguruan Tahta Syajar : K-04, K-07, K-10, K-30, K-31
7. KOASI ke RSU Bekasi, Pengadilan Negeri, Polres, Kodim & Alun-Alun : K-01
8. KOASI ke Stasiun KA & PMI (bisa juga ke RSU, Pengadilan, Polres, Kodim dan Alun-alun) : K-02, K-11, K-04, K-05, K-05A, K-07, K-09, K-10, K-15, K-15A, K-30, K-31
9. KOASI ke RSIA Hermina : K-09, K-15, K-15A
10. KOASI ke RSIA Bella : K-01, K-12 B

Konsep rumah tumbuh

Posted: Juni 23, 2009 in Welcome Warga Tambun16B

Contoh Rumah Tumbuh

Contoh rumah tumbuh ketika satu lantai.

Contoh rumah tumbuh ketika dua lantai:

Contoh rumah tumbuh diatas menggunakan atap yang sederhana, sehingga biayanya cukup murah, dan atap lantai dua sama persis dengan atap sebelumnya, sehingga material atap dapat dipakai kembali untuk rumah dua lantainya.

1. bagaimana konsep dasar sebuah rumah tumbuh yang nyaman?

Konsep dasar rumah, baik itu bertumbuh atau tidak pada dasarnya sama, yaitu harus menjadi rumah yang nyaman dan fungsional. Untuk rumah tumbuh, memang agak berbeda dari rumah yang biasa dibangun. Rumah tumbuh harus memperhatikan berbagai faktor seperti kemungkinan perluasan bangunan, menambah lantai, dan faktor konstruksi yang mendukung. Dari awal, rencanakan rumah dengan denah lengkap, dan kira-kira sejauh mana rumah ini dapat dibangun dengan tetap memperhatikan kesehatan bangunan.

Biasanya konsep rumah tumbuh dibuat bila pemilik rumah merasa perlu mempersiapkan rumah untuk tahap pembangunan selanjutnya, misalnya karena diperkirakan anggota keluarga bertambah. Masalah yang sering terjadi adalah; kurangnya perencanaan sejak dini, sehingga rumah yang dibangun kemudian kurang memenuhi standar kesehatan, struktur dan sebagainya, karena langsung saja ditambah-tambah ruangannya, dengan menghilangkan fungsi taman. Masalah ini dapat kita atasi dengan membuat perencanaan matang sejak dini.

Rumah tumbuh dapat dibangun dengan semua denah ruang direncanakan dulu, namun baru sebagian luas rumah yang dibangun, ini artinya di masa depan, bisa ditambahkan ruang-ruang lain seperti ruang tidur, ruang keluarga, dan sebagainya. Bangunan dapat dibangun satu lantai dulu, baru setelah ada dana, dapat dibangun lagi dengan diperluas atau ditingkat. Prinsip utama dari rumah tumbuh adalah, setelah bertumbuh atau bertambah bagian-bagian bangunannya, tetap menjadi rumah yang sehat, dan secara struktural juga kuat.

2. apa yang perlu dimulai untuk membangun rumah demikian? bagaimana dengan fondasinya? apakah fondasinya tetap dibangun sesuai dengan ukuran total tanah, meskipun badan rumah yang dibangun setengah dari luas tanah, misalnya?

Pondasi rumah tumbuh, sama seperti pondasi rumah biasa, hanya perlu diperhatikan bahwa pondasi ini harus dapat menunjang, bila nantinya rumah dikembangkan, atau ditingkat. Dengan kata lain; strukturnya, tidak hanya pondasi saja, harus disiapkan agar dapat menerima beban dari keseluruhan bangunan yang rencananya akan dikembangkan. Misalnya, bila kita berencana membuat rumah dua lantai, tapi baru satu lantai dulu yang ditingkat, maka kita membuat pondasi, kolom dan balok-balok yang menunjang untuk dua lantai, sejak pertama kali kita membangun. Bekerjasamalah dengan arsitek/ perencana bangunan Anda untuk mendapatkan gambaran bagaimana struktur dibuat agar dapat menunjang dua atau tiga lantai rumah Anda.

3. ruang mana yang perlu diprioritaskan lebih dulu untuk dibangun? dan ruang mana yang paling terakhir untuk dibangun? bisa dibeberkan satu-persatu ruangan tersebut?

Biasanya, kebutuhan ruang-ruang utama sebuah rumah adalah ruang tamu, ruang keluarga, ruang tidur secukupnya, kamar mandi dan dapur. Ruang-ruang ini biasanya selalu ada dan dibutuhkan dalam kebanyakan rumah-rumah dewasa ini di Indonesia. Maka kita perlu memenuhi kebutuhan ruang-ruang primer ini dulu.

Penataan ruang juga perlu dibuat sedemikian rupa, misalnya perencanaan dimana letak tangga, letak toilet, letak taman, letak tandon, dan sebagainya. Memang dalam hal ini faktor desain awal sangat menentukan. Setelah rumah inti dibangun, maka selanjutnya pengembangan rumah dapat dilakukan.

4. bagaimana konsep interiornya? bisa dijelaskan secara lebih mendetail, interior ruang demi ruang?

Konsep interior bisa mengikuti konsep bertumbuh eksteriornya. Dalam arti; penataan interior ruangan lebih fleksibel, dan dapat diganti, dirubah dan ditata dengan mudah. Interior rumah tumbuh, sama seperti interior rumah biasa, dapat disesuaikan dengan fungsi ruang yang ada, misalnya ruang duduk, diisi dengan perabot untuk duduk, membaca, dan sebagainya.

5. bagaimana dengan konsep rumah bertingkat?

Konsep rumah bertingkat dalam konteks rumah bertumbuh termasuk konsep yang paling sering dibuat, karena seringnya keterbatasan lahan. Bila rumah tumbuh dibangun di lahan yang luasnya memadai, maka tidak perlu ditingkat. Bila dibangun diatas lahan yang luasnya terbatas, maka yang terbaik adalah membangun dengan konsep bertingkat. Dalam hal ini, seringkali rumah dibangun dengan atap datar (dak beton), yang dapat disambung dengan membangun tembok dan atap lantai atas. Saran untuk model bertingkat dan bertumbuh ini, usahakan agar tampilan rumah tidak terlihat canggung atau kurang menarik sebelum ditingkat lebih lanjut.

6. dalam konteks rumah tumbuh, bagaimana kita memanfaatkan ruang kosong secara baik? apakah ruang kosong itu bisa dibuat taman? atau garasi?

Betul, ruang-ruang kosong dapat dipakai sementara untuk taman, setidaknya gunakanlah dengan baik sehingga rumah terlihat indah dan tidak seperti rumah yang belum jadi. Pikirkanlah tentang penggunaan lahan dalam tahun-tahun kedepan, dengan menyesuaikan tanaman apa yang cocok untuk ditanam di lahan yang nantinya dibangun. Garasi sebaiknya dibuat secara terintegrasi dengan rumah induk dan rencana keseluruhan rumah tumbuh, jangan sampai nantinya garasi hanya akan menjadi semacam tempelan saat rumah selesai dibangun semuanya.

Desain Rumah Minimalis

Desain rumah akhir-akhir ini mengalami perkembangan yang sangat cepat. Kita bisa mendapati berbagai jenis desain rumah yang berkembang di masyarakat dewasa ini, antara lain desain rumah minimalis, modern, mediterania, klasik dan sebagainya. Hal ini merupakan keharusan sesuai perkembangan jaman, kita semakin menyadari bahwa peran desain dan arsitek sangat berpengaruh bagi keindahan desain rumah kita.Desain rumah bergaya minimalis adalah yang perkembangannya sangat pesat akhir-akhir ini. Kami dari astudio mendapati banyak orang menghendaki menggunakan gaya minimalis untuk mengikuti mode. Biasanya kalangan yang tertarik untuk menggunakan gaya minimalis adalah dari mereka yang masih berjiwa muda. Para eksekutif muda menyukai gaya minimalis, karena gaya yang ini dipandang praktis dan dapat mewakili gaya hidup modern mereka.


Sebenarnya, gaya minimalis bukanlah sebuah gaya arsitektur saja, namun dibalik itu, gaya ini memiliki jawaban atas tantangan jaman yaitu mendapatkan ‘hasil maksimal dari sesuatu yang minimal’. Bisa jadi ini merupakan dana pembangunan yang minim, atau gaya hidup yang diminimalkan. Seringkali gaya ini dipakai karena keterbatasan dana, namun menjadi sangat menarik karena dengan keterbatasan ini kita masih dapat mengikuti mode tren arsitektur terkini.

Simak saja, tampilan rumah tanpa ornamen berlebihan, memakai bahan-bahan material yang diekspos sehingga terkesan jujur dalam penampilannya, tidak berlebihan. Bila dicari ibaratnya, seperti seorang eksekutif muda yang hendak pergi kekantor, dengan pakaian elegan yang tidak berlebihan, bersih dan praktis. Namun karena hal ini merupakan mode, maka kita masih merasa ‘memiliki bagian’ dari mode yang sedang berkembang saat ini. Bagi banyak orang, hal ini sangat menyenangkan (mungkin Anda juga senang dengan mengikuti mode saat ini?)

Gaya minimalis pada intinya merupakan suatu jawaban atas keadaan yang dicetuskan oleh orang-orang yang menganut paham minimalisme sebagai protes atas keadaan masyarakat yang tidak menghargai sumber daya alam dengan mengeksploitasi habis-habisan sumber daya alam untuk hal-hal yang tidak perlu dalam kehidupan sehari-hari. Gerakan minimalisme ini merupakan gerakan ‘back to basic’ atau kembali kepada kesederhanaan, konon gerakan ini timbul di Amerika yang merupakan suatu hal yang dapat dianggap positif dari suatu gerakan jaman modern.

Bagi kita yang menyukai gaya hidup modern, gaya ini bisa jadi merupakan pilihan untuk melengkapi gaya hidup sehari-hari kita. Misalnya bila pasangan suami istri dalam satu rumah sama-sama bekerja, dan terbiasa dengan gaya hidup yang cepat, simple dan praktis.


Meskipun demikian, dalam desain rumah bergaya minimalis, kita perlu memperhatikan kesesuaiannya dengan iklim. Karena gaya minimalis merupakan gaya modern yang sangat sederhana dan berasal bukan dari negeri kita, kita perlu memperhatikan faktor-faktor iklim tropis seperti hujan dan panas matahari, antara lain dengan membuat rumah kita bisa berhadapan dengan tampias matahari ataupun panas yang menyengat.